Tanggapan PKS Terhadap Informasi Wikileaks

JAKARTA – Politikus Partai Keadilan Sejahtera Zulkifliemansyah membenarkan informasi dokumen kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang dibocorkan Wikileaks (baca di sini). Dokumen tertanggal 25 April 2007 itu menyebutkan, mantan Wakil Kepala Kepolisian RI Adang Daradjatun harus membayar sebesar Rp15miliar hingga Rp25 miliar untuk memperoleh dukungan PKS dalam Pilkada DKI Jakarta.
Zul mengatakan, dirinya memang kerap dimintai informasi bukan hanya oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, tetapi juga oleh Kedutaan Besar Inggris, Australia dan lainnya. Adapun informasi yang disampaikannya kepada Kedutaan Besar Amerika sebenarnya bukan rahasia.
“Waktu itu saya baru jadi calon Gubernur di Banten ditelepon dan ditanya oleh Kedutaan Amerika. Ditanya, Pak Zul habis berapa untuk running di Pilkada Banten, saya jawab berkisar 8 sampai 10 miliar,” katanya ketika dihubungi okezone, Senin (5/9/2011).
“Kemudian ditanya lagi, untuk DKI kira-kira berapa, saya jawab saja kalau Banten 8 sampai 10 miliar, DKI pasti lebih besar, berkisar 15 sampai 20 miliar. Tapi saya tidak tahu kalau kemudian itu dilaporkan ke headquarters mereka. Tapi itu biasa, kedutaan kita juga melakukan hal yang samalah, mengumpulkan informasi,”
Lebih lanjut, Zul menjelaskan sebenarnya PKS sudah pernah secara resmi menyampaikan mengenai biaya yang dihabiskan kandidat dalam Pilkada Jakarta. “Dan jumlahnya jauh lebih besar dari itu,” katanya.
Dia juga membenarkan informasi dalam dokumen yang menyebutkan PKS memilih Adang karena partai ini belum memiliki calon yang terkenal sekaligus mampu memimpin pemerintahan, termasuk Hidayat Nur Wahid.
“Saat itu kan kita partai baru, belum mempunyai pengalaman. Kalau sekarang ya sudah lain, sudah banyak,” ujarnya.

0 comments:

Post a Comment

Recent Post